Sabtu, 12 Oktober 2013 | By: Fatkankarim.blogspot.com

Pemuda Bercahaya



Sering kali khawatir dengan diri sendiri akhir-akhir ini. tingkat ke khawatiran meningkat tajam. setiap detik selalu melakukan kesalahan. sangat berasa menusuk ke lubuk hati. pancaran cahaya yang berusaha didapati dengan Riyadhoh dan Mujahadah  harus dilakukan berpuluh-puluh tahun agar merasakan manisnya beribadah. tidak merasa aman dari murka Allah dan tidak pernah putus asa dalam mengharapkan Rahmat-Nya.
aku sangat tidak tertarik dengan harta, apalagi tahta. semoga Allah tetap meneguhkan hatiku dalam perkara itu. Aamiin.
aku sangat tidak tertarik dengan wanita, untuk berbicara berhadapan pun aku sangat tidak suka, selalu menundukkan pandangan bukan karena tidak normal. lelaki normal adalah mempunyai rasa suka pada perempuan tersebut diletakkan ke tempat yang seharusnya (halal). 
setiap aku bangun tidur ku rasakan ada sesuatu hal yang mengganjal. selalu aku menginstropeksi diri. beristighfar, bersholawat dan tidak menyekutukan-Nya.
aku merasakan padang kegelisahan, menghirup hembusan dosa, sejauh mata memandang selalu bertemu yang haram, menyia-nyiakan waktu, membuang sebagian umur ke tempat sampah, selalu di ikat dengan hawa nafsu, selalu berperang sampai maut menjemput. ketika kita kalah, semoga Allah menolongku.
tidak henti-hentinya aku memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat. menggantinya dengan kebaikan berharap diampuni dosaku. 

ada apa dengan hati, 
selalu tidak hati-hati, 
melakukan kesalahan setiap hari, 
semampuku menggantinya dengan kebaikan yang mengiringi, 
maut selalu menanti, 
jangan sampai patah hati, 
untuk selalu memperbaiki diri, 
bersholawat dihati, 
berdzikir malam dan sholat setiap hari silih berganti, 
munajat-munajat mengharap agar Allah mengampuni, 
wajib bagiku mengingat mati,
agar tidak sesal di akhir nanti,
harus hidupku ulama, dan orang sholeh yang kucintai,
ketika kaki-kaki tidak mau berhenti,
melangkah ke tempat ngaji,
sejuk nian bersama mereka yang diridhoi,
selamatkan aku ya Illahi,
aku mencintai mereka sebagaimana kau mencintai Nabi,
walaupun aku bukan untukmu sebagai Wali,
Rahmat, Ridho Engkau telah mencukupi,
dihatiku terang karena itu yang dicari,
kuatkan kakiku dalam malam ya Illahi,
malam itu kucintai,
tidak ada yang bisa terganti,
melebihi apa yang di dapati,
dari dunia yang sering menipu ini,
aku tidak pandai mendakwai,
sering mengumpat dalam ramai,
aku hanya pandai menegur diri,
yang sering tersesat dijalan yang tidak di Ridhoi.
tanganku ke langit mengarah sang matahari.
kekuatan mengubah segala kehendak Rabbi,
tak pernah pandai mengajak untuk mengingat akhirat nanti,
untuk membuat bahagia semua orang tidak bisa dilakukan para Nabi,
amalanku hanya sholawat fatih, istighfar, shalat malam, mencintai para ulama dan mendoakan mereka, mencintai para guru serta berharap mereka Allah membalas kebaikan, dan mencintai Syekh Tijani dan Nabi.
Sholat lima waktu, menjaga berjamaah, mengingat mati,
bersabar, bersyukur, shodaqoh dan suka mengaji,
kelak dewasa, kudidik anakku nanti,
untuk ikhlas dalam hidup yang dihadapi, mencintai wali,
dan medidik untuk isitqomah agar husnul khotimah nanti,
aamiin, Ya Sayyidi Rasulullah, Ya Sayyidi Tijani,
Alhamdu lil Ilaahi, terangkai puisi hati dan puji.
Kamis, 10 Oktober 2013 | By: Fatkankarim.blogspot.com

Ru'yah



sadar diri, kemarin-kemarin ada sesuatu yang selalu buntutin aku dari belakang. itu gak sekali atau dua kali. tapi malah berkali-kali berapa tahun terakhir ini lagi. aku selalu berfikir "itu jin kali yak" 
heran, gak tenang aja gitu. dulu ibu pernah bilang kalau aku waktu aku baru lahir pernah di isi sama mbah (ayahnya ibu) khadam buat ngejagainku. khadam itu jin pembantu gitu kata ibu. mistik banget yak. ahaha :D

oke. akhirnya hal-hal yang udah buat aku gelisah aku ngobrol ke guru aku yang ahli tahqiq (hikmah). katanya aku harus di ru'yah. akhirnya aku setuju. kita janjian hari ahad untuk kerumah beliau. 

setiba dirumah beliau. dikasih arahan dulu sebelum diru'yah. beberapa jam kemudian langsung mulai, salah satu murid yang lain dari guru aku dipanggil sebagai mediatornya.

singkatnya. ternyata aku punya sampai 30 lebih jin khadam. pantes aja aku gak bisa ngontrol marah-marah, ambisi dan kekuatan instingku tajam sekali. kalau aku marah sama aja udah ngebuat marah sampai 30 lebih jin khadam. this is crazy. selama ini mereka ada ditubuh aku, disekeliling aku dan ngikutin aku kemanapun aku pergi, ngikutin aku lagi makan, minum, belajar, sampai aku buang air besar di ikutin. lho? ahaha :D

terus selesai ru'yah kita ngobrol lagi. katanya kalau aku gak bisa mengendalikan jin-jin tadi. aku berujung gila. aku dikendalikan mereka semua. dari akal, hati, pikiran, dll. negatifnya lebih banyak dari positifnya. walaupun yang ada di diriku itu jin islamnya lebih banyak.

akhirnya setelah itu aku dipasang pagar penjagaan di sekeliling aku. aku merasakan plong sampai sekarang. enjoy abis rasanya. gak ada beban. kaya ada banyak beban keluar dari tubuh aku. yang ada hanya beban positif aja. ahaha :D

Alhamdulillah. dapet pencerahan setelah selama ini aku baru merasakan nikmat-Nya lagi. segar, selalu berpandang cerah, prasangka terkendali. ^^

nah, ini jumat membuat hatiku bahagia. berkurang mengeluhku, ambisiku terkendali, dan bisa menghadapi dengan santai. anehnya, buat marah-marah jadi hal yang aneh. ini aku atau bukan? wkwk. ah sudahlah. :D
Selasa, 08 Oktober 2013 | By: Fatkankarim.blogspot.com

langkah kita, gak perlu orang lain tau.



jadwal hidup yang sudah aku buat ini sederhana, tapi buat menyesuaikan diri ini dengan jadwal yang kadang berat. 

1. Sekolah Dasar enam tahun pun sukses ditambah TPA
2. Sekolah sambil belajar pondok pun sukses selama MTs & MA
3. Kuliah sambil belajar Pondok masih dalam proses.
4. Berthoriqoh.
5. Antara Madinah dan Pulau jawa. sampai dengan selesai.
6. Kerja di umur 26, di umur 27 ibu suruh untuk nikah.
7. Kerja + Ngajar + Belajar Ngaji, Nyari guru Fiqh & Tauhid.

Hmm, selama Proses belajar, gak jauh-jauh untuk konsultasi tentang jadwal yang dibuat ini sering di obrolin ke ayah dan ibu. moto hidup aku ini mungkin jarang dipakai orang lain. "tunduk dan patuhlah kepada satu guru, niscaya leher-leher manusia akan tertunduk padamu" kata-kata ini bukan dari orang biasa. yang menjadi ukuran kemampuanku. 

jalan amalanku. gampang-gampang susah.

ane kutip pernyataannya Syekh Abdul Qodir Jailani

"Wahai anak muda! Gunakanlah akal sehatmu! Engkau sebenarnya sedang tersesat! Kebanyakan dari kalian mengikuti siapa pun yang membuat suara lantang dan teriakan-teriakan. Apa yang dikatakan oleh para penceramah datang dari lidah-lidah mereka, bukan dari kalbu mereka.

Suara-suara yang dibuat oleh orang munafik datang dari lidah dan kepalanya, sedangkan suara-suara yang dibuat oleh orang yang jujur datang dari kalbu dan wujud paling dalamnya (Sirr).
Kalbunya selalu berada di pintu Rabb-nya Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, sementara Sirr-nya memasuki ke khadirat-Nya. Dia terus berteriak-teriak di pintu itu sampai dia masuk ke dalam rumah.
Engkau pendusta, demi Allah, dalam semua keadaan dan kondisi! Engkau tidak mengenali jalan pintu Allah SWT. Jadi, bagaimana engkau bisa membimbing orang lain? 
Engkau telah dibutakan oleh hawa nafsu dan kecenderungan syahwatmy, dengan mengikut nafsumu dan dengan cintamu kepada dunia ini. Engkau juga telah dibutakan oleh kedudukanmu yang terkemuka dan keinginan-keinginan serakahmu.
Celakalah engkau! Engkau sangat ingin tinggal di dunia ini selama-lamanya, tetapi tak ada sesuatu pun yang akan jatuh ke tanganmu, kecuali jika engkau lebih mementingkan shalatmu daripada urusan perniagaanmu; lebih mementingkan akhirat daripada kepentingan-kepentingan duniamu; lebih mementingkan Khaliq daripada makhluk-makhluk-Nya; lebih mementingkan pengemis daripada dirimu sendiri; lebih mementingkan pelaksanaan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya; serta lebih bersabar untuk menghadapi bencana yang datang dari-Nya.
Gunakan akal sehatmu!"

kata-kata beliau udah mewakili hati dan jalan pikirku untuk post blog ini. Tenang mencari teman, sahabat, istri yang bisa di ajak bertukar pikiran dalam Agama, Tauhid, Syariat, Kehidupan yang menipu, Support, dan kasih sayang. Allah itu tidak menyukai tergesa-gesa, yang tergesa-gesa itu sebagian dari Syetan. 

Sebagian orang arif berkata" Datangnya cahaya hidayah itu tergantung pada wirid, barangsiapa yg lahiriahnya tidak punya wirid , tidak akan datang baginya cahaya hidayah dalam hatinya". (Risalatul Mu'awanah - Habib Abdullah Al Haddad)


download refresnsi skripsi ana 0899-أحمد بن أحمد البرنسي؛ زروق-قواعد التصوف