Kamis, 26 Maret 2015 | By: Fatkankarim.blogspot.com

Ruh Yang Ditiup dan Yang Diciptakan.



** من كتاب (( التنزلات الإلهية )) مترجماً للغة الأندونيسية لسماحة الإمام العلامة صلاح الدين التجاني رضي الله تعالى عنه وأرضاه وعنا به , لآمين **
(( التنزل السادس ))
=============
الرُّوْحُ الْمَنْفُوْخَةُ وَالرُّوْحُ الْمَخْلُوْقَةُ
---------------------------------------
Ruh Yang Ditiup dan Yang Diciptakan.
Sabtu, 14 Maret 2015 | By: Fatkankarim.blogspot.com

MEMENDAM



Allah Maha Mengampuni Segala Dosa Hamba-Hamba-Nya. Seyogyanya manusia menyerahkan segala urusannya kepada Allah didalam batinnya, dan berusaha, bekerja didalam dzohirya apa yang hendak dicarinya. ambilah secukupnya, jika harta datang sendiri maka ambilah genggam harta itu di tangan tetapi janan di genggam hati. ini merupakan sifat zuhud dari dunia. bagaimana jika perumpamaan bahwa engkau adalah kekasih Allah dan dunia adalah musuh Allah, apa yang Allah rasakan jika engkau mencintai musuh Allah? sama saja dengan menyakitinya. itu menyakitkan.
Kamis, 26 Februari 2015 | By: Fatkankarim.blogspot.com

INI TENTANG LAMPAU



Alhamdulillah aku masih diberikan anugrah keislaman, keimanan dan kesehatan serta kebaikan hati untuk selalu memperbaiki hati. Semua karena Rahmat-Nya hingga tiada bisa aku menghitungnya. masa lalu telah usai, kini beranjak kepada masa depan. bekal persiapan belum terlalu matang. umpama bibit yang masih baru ditanam, persiapan masa depan harus diperbanyak sehingga tidak kelaparan "ilmu" dan "iman" di masa nanti. melangkah kedepan dari yang telah lalu dari hal baik dan buruk. sudahlah pasti manusia itu khilaf. ketika manusia telah khilaf dan berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama, tidaklah pantas orang itu disebut dengan orang dzalim. lebih layak disebut dngan orang yang bertaubat. jangan pernah membenci orang yang bertaubat karena sesungguhnya Allah MENCINTAI orang-orang yang bertaubat. CINTA Allah kepada orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri dari segala maksiat dan khilaf yang dilakukannya adalah hal yang telah di maktub dalam al-Quran. daripada merasa dirinya selalu benar dan agresif tidak merasa dirinya salah. Na'udzubillah Min Dzalik.

kenikmatan dari masa buaian hingga liang lahat telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudz) tidaklah layak seseorang membicarakan takdir,

download refresnsi skripsi ana 0899-أحمد بن أحمد البرنسي؛ زروق-قواعد التصوف